Ayat–ayat Cokelat



Kecuali bisa dipakai tempat “sembunyi” bermacam bahan yang di antaranya bagi konsumen muslim tergolong haram dan meragukan, dari beberapa penelitian ditunjukkan, khususnya dark chocolate, atau cokelat yang warnanya gelap, tidak hanya berasa lezat, namun juga menyimpan “ayat-ayat” lain yang kebanyakan bermakna khasiat – semakin  gelap warna cokelat, semakin hebat khasiat yang bisa didapat. Beberapa diantaranya adalah:

Menyamankan perasaan

Dengan menggunakan electroencephalographic (EEG), sebuah study di Inggris mencoba mengintip apa yang tersembunyi dari respon manusia terhadap sajian cokelat. Hasilnya diketahui, cokelat, termasuk wanginya, secara signifikan mampu mereduksi aktivitas theta dalam otak. Pereduksian aktivitas theta berhubungan dengan peningkatan relaksasi, membuat perasaan nyaman.

Para peneliti menduga, terjadinya situasi tersebut lantaran pengaruh anandamide, N-oleolethanolamine dan N-linoleoylethanolamine, yang dimilikinya. Manakala masuk tubuh, N-oleolethanolamine dan N-linoleoylethanolamine akan bekerja dengan cara mencegah metabolisme anandamide, sebuah cannabinoid alami yang juga bisa ditemukan dalam otak. Hal mana akan mempromosikan dan membuat panjang perasaan nyaman yang meningkat oleh anandamide.

Menyehatkan Jantung

Meski bergelimang lemak (per 100 gram bahan, cokelat manis (batang) memiliki 29,8 gr, cokelat pahit (batang) 52,9 gr, dan cokelat susu (batang) 35,0 gr), yang menurut Buckle dan kawan-kawan dalam Food Science terdiri dari lemak jenuh (60%) dan lemak tidak jenuh (40%), cokelat tidak brbahaya bagi jantung, bahkan sebaliknya.

Selain lantaran lemak jenuhnya mayoritas berasal dari asam stearat, yang memiliki efek menetralkan kolesterol, hasil pengujian Depatemen Pertaniannya Amerika (USDA) dan the American Chemical Society, mendapatkan, adanya 13.120 ORAC unit antioksidan flavonoid dalam 100 gr dark chocolate, dan 6.740 ORAC unit dalam 100 gr cokelat susu. ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity, yakni ukuran kemampuan makanan dalam “menggusur” radikal bebas oksigen berbahaya yang mengoksidasi khususnya kolesterol-LDL.

Percobaan yang dilakukan Andrew L Waterhouse PhD dkk dari Department of Viticulture and Etnology, University of California, Davis, AS, berhasil membuktikan kemampuan itu. Dalam simpulan percobaannya disebutkan, cokelat dapat menghambat oksidasi kolesterol-LDL sebesar 75%.

Dari studi yang dilaksanakan di Pennsylvania State University diperlihatkan pula, bahwa unsur tersebut juga mampu menaikkan kadar HDL (kolesterol baik) hingga sekitar 10%. Disamping itu, hasil riset pada 40 relawan yang diberi minuman cokelat (dosis dark chocolate bubuk yang diberikan adalah sesendok makan), yang dilakukan Carl Keen dari the University Of California mendapatkan, penurunan penggumpalan darah pada para relawan terjadi hanya dalam tempo beberapa jam saja sesudahnya.

Mencegah Preekslampsia

Preekslampsia merupakan gangguan yang etiologinya belum diketahui secara pasti, kerap menghinggapi ibu hamil –umumnya terjadi pada trimester ketiga kehamilan– terutama dari golongan sosial ekonomi rendah, dengan ciri yang dimunculkan antara lain : tekanan darah tinggi, proteinuria, serta kenaikan berat badan yang berlebihan karena retensi cairan. Apabila penyakit ini tidak ditanggulangi, selain dapat memunculkan koma atau kejang, tidak mustahil pula berujung pada kematian.

Hasil penelitian pada 2.291 wanita hamil, dimana 1.943 diantaranya berisiko preekslampsia serta 63 wanita yang kemudian betul-betul preekslampsia,  yang dilakukan Elizabeth W. Triche PhD, dari the Yale Center for Perinatal, Pediatric and Environmental Epidemiology di New Haven, Connecticut, dan koleganya, mendapati adanya perbandingan terbalik dalam hal konsentrasi theobromine –merupakan suatu alkaloid (3,7-dimethylxanthine) yang dalam jumlah besar terdapat pada biji kakao– serum tali pusat antara wanita yang terkena preekslampsia dengan yang tidak. Semakin rendah konsentrasi theobromine yang dimiliki, semakin tinggi kemungkinan dikenai preekslampsia.

Berdasar catatan menyangkut kebiasaan mengonsumsi cokelat, didapati, risiko terkena preekslampsia lebih rendah pada wanita yang mengonsumsi 5 atau lebih sajian cokelat per minggu dibanding wanita yang mengonsumsi kurang dari satu sajian cokelat dalam setiap minggunya.

Membuat kulit segar berisi

Disisi lain, ternyata cokelat juga mampu menjaga kesehatan kulit, membuatnya halus dan segar. Hasil studi perbandingan sebelum dan sesudah 12 hari pemberian setengah cangkir kakao (sekitar 3,5 ons dark chocolate, dengan kandungan flavanoid sebanyak 329 mg) per hari pada sekelompok wanita, disamping memperlihatkan kulit yang jadi lebih berisi karenanya, didapati pula terjadinya penurunan tingkat kekeringan kulit, kulit bersisik dan kasar.

Namun demikian, meski para peneliti menyebut ini sama dengan menaikkan ”keperkasaan” kulit dalam melawan terjangan sinar matahari lebih dari 25%, mereka tetap menyarankan untuk tidak mencampakan tabir surya yang biasa dikenakan, utamanya saat anda mesti keluar rumah untuk jangka waktu 20 menit atau lebih.

Pelawan Diare

Diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari, dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Dalam kasus yang berat, diare tidak hanya akan “menguras” cairan dan elektrolit, namun juga unsur gizi lain, diantaranya protein.

Terjadinya deplesi protein selanjutnya akan mengganggu regenerasi morfologik dan fungsional usus halus, menimbulkan malabsorpsi yang menyeluruh dan diare yang tak kunjung sembuh.

Terinspirasi pengalaman masyarakat Amerika Selatan dan Eropa zaman baheula, Horst Fischer, PhD, dan kawan-kawannya dari Children’s Hospital Oakland Research Institute, mencoba menggunakan cokelat sebagai salah satu alternatif guna menanggulanginya.

Hasil pengamatan pada kultur sel yang diberi ekstrak kakao dengan flavonoidnya memperlihatkan adanya efek penghambatan sekresi elektrolit dan cairan. Para ahli menduga, flavonoid dalam cokelat berperan dalam pengikatan dan penghambatan sekresi protein, hingga situasi deplesi protein dapat dicegah, dan diare lebih mudah dihentikan.

Tidak  Merusak  Gigi

Hasil studi yang dilakukan the Eastman Dental Center di Rochester, New York, menemukan, cokelat susu dan kue cokelat-chip ternyata lebih kecil kemungkinannya menimbulkan kerusakan lapisan email gigi dibanding beragam makanan ringan lain.

Selain makmur kalsium, flour, serta fosfat, para peneliti dari Meiji Seika, Nihon University, serta Osaka University di Jepang, cokelat juga memiliki polyhydroxyphenol, yang disebut-sebut mampu membunuh bakteri berbahaya dalam mulut.

=====*****=====

Oleh : Yuga Pramita
(Praktisi bidang kesehatan, alumnus FKM Undip)
sumber : Pikiran Rakyat, 07/05/2009, p. 29.

Iklan