Pangan Mentah Pencegah Osteoartritis

dakwatuna.com – Setidaknya ada tujuh faktor predisposisi dalam terjadinya osteoartritis (OA) atau yang biasa dikenal dengan istilah pengapuran sendi : Pertama, usia. Prevalensi OA makin meningkat dengan bertambahnya usia;

Kedua, jenis kelamin. Frekuensi kemunculnya pada usia dibawah 45 tahun untuk laki-laki dan perempuan adalah sama, sedangkan di atas 50 tahun lebih banyak dijumpai pada wanita. Wanita dua kali lebih banyak terkena OA lutut dibanding pria;

Ketiga, kegemukan. Sebagian besar penderita memiliki berat badan rata-rata di atas normal.

Keempat, trauma. Pekerja yang banyak membebani sendi lutut akan mempunyai risiko lebih besar dikenainya dibanding yang tidak banyak membebani lutut;

Kelima, genetik;

Keenam, penyakit endokrin. Hipotiroidisme dan diabetes mellitus dapat memancing kemunculannya;

dan Ketujuh, deposit pada rawan sendi, seperti pada hemokromatosis, penyakit Wilson, okronosis.

Pada penyakit yang jadi penyebab terbanyak kecacatan ini –menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diderita oleh 40 persen dari penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun– terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi akibat pengumpulan dan gesekan pada sendi dalam jangka waktu lama, bisa sampai puluhan tahun. Tulang rawan sendi merupakan komponen sendi yang melapisi ujung tulang dalam persendian, berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut apabila dua ruas tulang berbenturan saat sendi digerakkan.

Terjadinya penurunan kadar proteoglikan (bahan pembentuk daya lenting tulang rawan) dan air, merupakan komponen matrix tulang rawan selain kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan unsur lainnya, karena proses destruksi melebihi proses produksinya, disebut-sebut sebagai awal mula terjadinya penyakit yang diderita oleh lebih dari 60 juta penduduk Amerika ini. Situasi tersebut akan menyebabkan permukaan tulang rawan menjadi lunak, hingga gampang menimbulkan retakan, membentuk rongga kecil.

Bersamaan dengan semakin dalamnya rongga dan kian menurunnya jumlah sel rawan, terbentuk pula osteofit –sebetulnya merupakan suatu mekanisme tubuh untuk memperbaiki kerusakan yang muncul, namun gagal– berupa benjolan di pinggiran sendi, yang semakin lama akan bertambah besar untuk kemudian pecah, hingga permukaannya tidak beraturan. Serpihan-serpihan yang terapung dalam cairan sendi akan difagosit oleh sel-sel membran sinovia dan terjadilah peradangan.

Langkah Pencegahan

Sebab belum ada obat yang bisa mengerem secara efektif penyakit yang menghantui 50% manula di atas 60 tahun di Indonesia, dengan gejala sebagaimana dapat dilihat di “Beberapa Gejala Pada Osteoartritis,” maka langkah pencegahan menjadi hal utama yang perlu dilakukan.

Upaya tersebut meliputi : Pertama, penjagaan berat badan, agar tidak sampai kegemukan;

Kedua, berolahraga dengan tepat (termasuk peregangan dan penguatan) guna membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya;

dan Ketiga, dianjurkan pula untuk tidak membiasakan menggunakan kursi dengan sandaran empuk, kasur yang terlalu lembek. Sesekali, cobalah tidur dengan hanya dialasi papan.

Dalam Keadaan Mentah

MSM (methyl sulfonylmethane) merupakan nutrien vital yang dibutuhkan untuk pemeliharaan kesehatan, termasuk mencegah diterkam OA. Atom sulfur heksavalen ini disebut-sebut merupakan inti dari banyak organisme hidup dan digunakan terutama untuk sintesis biokimia dari beberapa produk yang mengandung sulfur divalen.

Dalam kapasitasnya sebagai bagian integral dari pemeliharaan struktur integritas jaringan konektif, kartilago, kuku, kulit, rambut dan beberapa enzim, hormon serta immunoglobulin, MSM bertindak sebagai donor sulfur untuk memperbaiki dan memulihkan kerusakan ikatan disulfid kovalen dan beberapa enzim kelompok sulfhidral.

Hasil uji pada hewan coba memperlihatkan bahwa senyawa ini mampu membantu menghentikan kerusakan lanjut tulang rawan sendi, khususnya pada kasus OA, disamping didapati adanya perbaikan mobilitas sendi. Hal mana selanjutnya menuntun para ahli untuk menjadikannya pelengkap dari upaya preventif maupun kuratif penyakit yang berkaitan dengan sendi.

Melalui penelitian tersamar ganda, Ronald Lawrence, M.D., Ph.D. dari UCLA School of Medicine, Los Angeles, lalu mencobanya pada manusia. Hasilnya, sebanyak 82% pasien yang diberikan MSM melaporkan pengurangan nyeri yang cukup bermakna dibanding 18% lainnya yang disuguhi plasebo.

Karena MSM banyak terdapat dalam makanan kaya sulfur, maka untuk mendapatkannya, sebagai upaya preventif terjangkit penyakit yang kerap juga disebut penyakit pascapensiun ini, sering-seringlah mengonsumsi kacang-kacangan, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, gandum, dan sayuran bangsa kubis-kubisan dalam keadaan mentah, sebab, hasil penelitian lain menunjukkan, MSM gampang rusak oleh pengolahan termasuk pemasakan.

Beberapa Gejala Pada Osteoartritis

>>> Kaku pada sendi ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lain. Kekakuan biasanya hilang dalam waktu 30 menit setelah sendi kembali digerak-gerakan.

>>> Adanya suara gemeretak saat sendi digerakkan.

>>> Adanya pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) pada sendi di ujung jari tangan.

>>> Nyeri di bagian sendi umumnya timbul setelah sendi digunakan untuk aktivitas berat. Namun, pada proses penyakit lebih lanjut, dalam keadaan istirahat pun rasa nyeri dapat dirasakan.

>>> Mati rasa, kesemutan, lemah pada lengan atau tungkai, gangguan penglihatan, vertigo, mual dan muntah, serta kesulitan menelan.

=====*****=====

Sip : Yuga Pramita
Penulis “Ayat-Ayat Sehat” dan “Diet Islami”
sumber : http://www.dakwatuna.com/2015/08/12/73096/pangan-mentah-pencegah-osteoartritis/#axzz3hwvcaW8U, akses tgl 13/08/2015.

Iklan