Macam Ragam Bayam

dakwatuna.com –  Bayam (Amaranthus tricolor) merupakan tumbuhan yang dapat hidup dimana saja, mulai dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Sayuran ini ditanam dengan cara menyebar benih, yang berasal dari biji buah bayam, di bedengan.

Tidak seperti dulu, disamping ada yang berbatang loyo dan berair serta berdaun lemas, di pasaran tak jarang ditemui juga bayam yang tampil dengan sosok “kekar”, tidak cepat layu, serta bila dimasak terasa rangu, renyah kala dikunyah.

Rahasia membuat bayam seperti itu terletak pada teknik pembudidayaan. Orang pertanian menyebutnya sebagai teknik hardening, yakni sebuah teknik budidaya yang menitikberatkan pada pemupukan intensif. Konon, selain perlu benih yang baik, pemilihan dan pengolahan lahan pun berpengaruh terhadap keberhasilan teknik ini.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan teknik ini sendiri, kurang-lebih yaitu : pada lahan terpilih, dilakukan penggemburan dan pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang yang ‘sudah matang’ (dosis 1.000 kg/ha), kompos BMF Plus (dosis 500 kg/ha), atau kompos BMF cair Bio Lemi (dosis 10 liter/ha).

Penanaman benih dengan cara ditugal, berjarak tanam 20 cm x 20 cm, baru dapat dilakukan manakala bedengan yang memiliki ukuran lebar 140 cm dan panjangnya disesuaikan areal tanam, dimana jarak antar bedengan dan kedalaman saluran drainase 30 cm, selesai dibuat.

Pemupukan intensif, dengan ditugal di antara 4 rumpun tanaman, dilaksanakan saat penanaman benih berlangsung. Dosis anorganiknya : 2 gram Urea (1 butir urea pupuk tablet) + 0,5 gram SP-36 + 0,5 gram KCL, atau setara dengan 125 kg Urea + 35 kg SP-36 + 35 kg KCL per ha. Tetapi bila pupuk dasarnya menggunakan kompos BMF Plus atau Kompos BMF Cair Bio Lemi, pemupukan anorganiknya cukup satu butir Urea tablet tiap 4 rumpun.

Pemeliharaan selanjutnya, disamping penyiraman setiap 1 – 2 hari sekali, dilakukan pula pemupukan susulan menggunakan pupuk cair kompos dengan dosis 2 cc/liter (volume semprot 500 liter/ha). Jika khawatir bayam yang dihasilkan kurang “kekar”, dosis pemupukan susulan dapat dinaikkan menjadi 3 cc/liter. Pemupukan susulan ini dimulai 5 HST (hari setelah tanam), dan diulang setiap 5 hari sekali, hingga bayam siap dipanen, ketika berumur 25 – 30 hari.

Disamping jadi makanan yang lezat, ternyata bayam pun bisa juga bermanfaat sebagai obat dan penghias ruangan. Biji bayam sendiri, selain kerap dijadikan benih, sudah banyak yang memanfaatkannya jadi sumber karbohidrat, makanan diet yang tidak menyebabkan kegemukan.
Macam ragam bayam yang memiliki kemampuan tersebut adalah :

Bayam merah (Blitum rubum)

Bayam merah yang menyandang nama saintifik Amaranthacea gangeticus, serta sering disebut orang bule red spinach atau chinese spinach, memiliki batang dan daun berwarna merah, dengan bunga ungu gelap.

Bayam ini sebetulnya satu varietas dengan bayam hijau yang biasa kita sayur dan bayam hijau keputih-putihan (Blitum album), namun diakui banyak ahli pengobatan alternatif memiliki keunggulan lebih dalam urusan “menggusur” penyakit.

Beberapa kemampuannya yaitu, (1) Dalam bentuk infus daun bayam merah 30% per oral, dapat meningkatkan kadar besi serum, haemoglobin, dan hematokrit kelinci yang menderita anemia. Peningkatan tersebut tidak berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kelinci anemia yang diberi tablet besi sulfat ferrous; (2) Meningkatkan kerja ginjal; (3) Membersihkan darah sehabis bersalin; (4) Memperkuat akar rambut; (5) Melancarkan buang air besar; (6) Sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita kanker usus besar, kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol darah tinggi, dan obesitas; serta (7) khususnya bagian akarnya, dipercaya manjur untuk mengobati disentri.

Bayam duri (Amaranthus spinousus)

Disamping berbatang lunak, tinggi dapat mencapai 1 meter, bentuk daun menyerupai belahan ketupat, berwarna hijau, serta bunga berbentuk bongkol, berwarna hijau muda atau kuning, bayam jenis ini memiliki tanda khas, pada batang pohon, tepatnya di pangkal tangkai daun, terdapat duri, hingga orang kemudian menamainya bayam duri.

Bayam duri biasanya tumbuh liar di pekarangan rumah, ladang atau di jalan-jalan kampung yang cukup mendapat sinar matahari serta memiliki suhu udara sekitar 25 – 35 derajat Celcius..

Adapun soal “kesaktiannya”, yang terdapat di bagian akar, bisa diandalkan untuk meredakan demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh dahak (ekspektoran), penawar racun (antitoksik), menghilangkan bengkak (detumescence), dan pembersih darah.

Sedangkan yang berada di bagian herbanya dapat digunakan sebagai pembersih darah, pelancar ASI (lactagogue) dan diuretik.

Bayam-bayam “cantik”

Setidaknya ada tiga bayam kerabat bayam sayur alias Amaranthus tricolor yang tampil beda dari kebanyakan bayam yang ada : Early Splendor, yang tampil khas dengan paduan warna daun merah muda cerah dan ungu gelap; Illumination, yang selintas mirip Early Splendor namun ada tambahan warna kuning di bagian daun muda serta hijau gelap pada daun tuanya; dan Splenden Perpecta, yang memiliki paduan warna paling atraktif.

Bayam-bayam yang suka membuat orang terkecoh ini, tidak menyangka bahwa tumbuhan tersebut adalah bayam, konon lahir berkat ketekunan orang Jepang, setelah melewati penyeleksian dan sejumlah penyilangan ketat dalam waktu lama.

Lantaran “kecantikannya” itu, meski sebenarnya juga dapat dimakan, bahkan tak mustahil memiliki khasiat obat, banyak orang yang lebih suka menjadikannya sebagai penghias ruang tamu atau taman.
Demikian pula perlakuan pada Amaranthus caudatus. Varietas bayam jenis ini memiliki daun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna hijau atau merah tua. Bunganya yang berwarna merah, tersaji dalam rangkaian panjang dan menggantung seperti ekor.

Lantaran kecantikannya itu pula, jangan heran jika bayam-bayam ini berharga lebih mahal dibanding “sekedar” bayam sayur.

===***===

Oleh : Yuga Pramita
(Penulis “Ayat-Ayat Sehat” dan “Diet Islami”)
sumber : http://www.dakwatuna.com/2015/08/20/73413/macam-ragam-bayam/#axzz3hwvcaW8U, akses tgl 20/08/2015.

Iklan