Voa-Islamic Science (3): Jangan Remehkan Fungsi Acar Dalam Sate



Sahabat Voa-Islam, Selain gule, sate merupakan sajian khas saat idul adha tiba. Disamping memiliki banyak protein, sajian ini pun mengandung “segunung” lemak yang kaya kolesterol –baik yang menempel pada bagian daging, maupun yang sengaja diselipkan di bagian tengah tusukan– yang sebetulnya dimaksudkan, diantaranya untuk meningkatkan cita rasa sajian, menjadi lebih gurih. Menurut Medical Journal Malaysia yang terbit pada bulan Juni tahun 1979, dalam 100 gram sate (lebih kurang setara dengan 3 tusuk sate) terkandung rata-rata sebanyak 54,8 mg kolesterol. Ini berarti, jika kita melahap 10 tusuk sate, maka sekitar 160 – 170 mg kolesterol bakal menyelusup masuk tubuh. Kandungan kolesterol tersebut boleh jadi bakal lebih tinggi lagi bila bahan baku yang digunakan adalah jeroan.

Jika protein, disebut Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, M.S., dalam “Pengantar Ilmu Gizi”, memiliki enam fungsi utama yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti : (1) Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan; (2) Pembentukan senyawa tubuh yang esensial; (3) Regulasi keseimbangan air; (4) Mempertahankan netralitas tubuh; (5) Pembentukan antibodi; dan (6) Transpor zat gizi. Maka kolesterol, utamanya jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa berdampak sebaliknya, membahayakan kesehatan, sebab berkaitan dengan terjadinya penyakit aterosklerosis dan jantung koroner, yang tidak mustahil berujung pada kematian.

Repotnya, dampak negatif gara-gara sate tidak hanya bisa dicetuskan oleh kolesterolnya saja, namun juga amina-amina heterosiklis (hetero-cyclic amines/HCAs), yakni sejenis senyawa kimia dengan struktur cincin mengandung atom selain karbon, yang terbentuk bila kita memasak daging dengan cara di bakar atau dipanggang di atas bara api, serta PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons) –merupakan senyawa radikal bebas yang terbilang sangat berbahaya karena dapat merusak sel tubuh, memiliki kemampuan untuk menjadi kasinogenik, penyebab kanker– dalam Food Standard Agency of UK disebutkan, pada daging yang dibakar dengan arang, terkandung PAH sebesar 320 mikrogram per kg bahan.

Hasil penelitian Dr. Susan E. Steck dan rekan-rekannya, dari University of South Carolina, Columbia, mendapati, perempuan menopause yang selama hidupnya banyak makan daging panggang, daging asap, atau daging bakar, sebagaimana halnya sate,memiliki risiko 47 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibanding yang jarang.

Hasil penelitian Dr. Susan E. Steck dan rekan-rekannya, dari University of South Carolina, Columbia, mendapati, perempuan menopause yang selama hidupnya banyak makan daging panggang, daging asap, atau daging bakar, sebagaimana halnya sate, memiliki risiko 47 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibanding yang jarang. Sementara hasil studi selama lebih dari sembilan tahun oleh Kristin Anderson dan koleganya dari University of Minnesota, menemukan pula, ancaman risiko enam puluh persen lebih tinggi terjangkiti kanker pangkreas pada mereka yang secara teratur mengonsumsi daging warna merah yang dipanggang atau dibakar.

Fungsi acar

Acar merupakan sajian pelengkap dalam hidangan sate. Sajian ini umumnya terdiri dari bawang merah, cabe rawit, disertai potongan-potongan kecil mentimun. Banyak diantara kita yang tidak mengetahui fungsi dari sajian ini. Tak sedikit bahkan yang menganggapnya hanya sebagai hiasan belaka, agar sajian enak dilihat. Dengan alasan itu, tak jarang orang kemudian mengabaikannya. Tidak menyantapnya kala makan sate. Padahal, ditilik dari sisi kesehatan, rupanya acar memiliki kemampuan yang lebih dari itu,

Utamanya dalam menahan dampak negatif sate, fungsi acar diantaraya adalah :

  • Bawang. Bahan ini memiliki ajone, yakni suatu zat antikolesterol yang juga bisa menolong mencegah penggumpalan darah. Simpulan hasil sebuah penelitian menyebutkan, mengonsumsi bawang-bawangan setengah sampai satu siung sehari selama sebulan, mampu menurunkan kadar kolesterol darah sebanyak 9%.
  • Cabe rawit. Disamping mampu “meledakkan” sensasi pedas di lidah, hasil sebuah studi yang dilakukan para ahli dari American Chemical Society mendapati bahwa capsaicin yang dimiliki cabe juga dapat membantu mengurangi penumpukan kolesterol sekaligus meningkatkan aliran darah dengan menghambat gen yang menyebabkan penyempitan arteri di jantung.
  • Sedangkan Mentimun, disebut-sebut bersifat antikarsinogenik serta mempunyai kemampuan “melawan” secara langsung pada sel kanker yang dicetuskan radikal bebas, berkat senyawa saponin, glutation, serta asam linoleat –dalam bijinya– yang dimilikinya.

Dengan demikian, agar kita bisa meminimalisir dampak negatif gara-gara makan sate, maka santaplah sate bersama dengan acar yang menyertainya.

Supaya upaya peminimalan tambah mantap, jangan lupa pula untuk meminum teh setelahnya. Teh mengandung polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan, yang mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.

Allahu ‘alam.


sumber : http://www.voa-islam.com/read/science/2014/10/06/33227/voaislamic-science-3-jangan-remehkan-fungsi-acar-dalam-sate/#sthash.Jor6th6T.dpbs, akses tgl 06/10/2014.

Iklan