Mengatasi 7 Masalah dalam Menyusui

KEDUA buah dada ibu lebih pandai merangkai suatu campuran makanan yang sesuai bagi bayi apabila dibandingkan kedua belah tangan dan otak seorang profesor yang ahli dalam bidang ini.”

 ***

BAHWA memberi ASI itu penting, nyaris semua mengetahuinya meski dalam prakteknya tidak semua wanita mampu melaksanakannya. Kasus-kasus gagal menyusui masih sering ditemui. Ibu-ibu muda –yang baru pertama kali punya anak– kerap mengalaminya.

Akan tetapi, bisa menyusui pun bukan berarti tanpa masalah. Timbulnya lecet pada puting misalnya atau juga ketakutan buah dadanya cepat kendur. Lagi-lagi hal ini pun paling banyak dikeluhkan para ibu muda. Beberapa alternatif berikut insya Allah dapat menolong para ibu dari 7 masalah berkaitan dengan menyusui.

1. Ogah keluar

Tidak perlu tergesa-gesa memberi formula bayi jika air susu ogah keluar. Usahakan untuk tetap tenang sambil terus berupaya untuk menyusui bayi pada waktu-waktu tertentu. Perasaan cemas bisa menghambat produksi ASI sedangkan sikap tenang dan isapan bayi akan menstimulasi buah dada mengeluarkan ASI. Selain itu, sejak hamil ibu pun perlu melatih buah dadanya agar memiliki otot yang kuat dan sehat serta makan makanan bergizi. Pada saat demikian peran suami sangat penting artinya.

Beberapa bahan makanan yang diketahui juga memiliki efek positif dalam memperlancar ASI adalah daun katuk dan lobak segar. Makanlah bahan makanan tersebut sebagai sayur atau lalapan serta biji jagung tua yang disangrai dengan ketumbar.

2. Bengkak

Bengkak terjadi biasanya akibat air susu yang melimpah tidak keluar. Langkah yang sebaiknya dilakukan adalah hindari mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek mengurangi pengeluaran air susu atau melakukan pengikatan buah dada dengan kain sebab dapat menyebabkan air susu cepat mengering hingga tersumbatnya kelenjar. Latihlah bayi agar kuat menetek dengan cara meneteskan air susu ke dalam mulutnya. Jika bengkaknya keras, panas, sakit bila disentuh serta warnanya kemerahan, kompreslah buah dada dengan air hangat sambil dipijit dengan gerakan berputar.

Cara lain yaitu dengan menempelkan remasan daun kacang panjang yang telah dicampur sedikit air kapur sirih pada bagian yang bengkak –kecuali bagian puting. Bisa juga dengan menggunakan daun dadap serep atau daun tembelekan yang diremas atau ditumbuk halus,kemudian dilumurkan pada bagian buah dada yang sakit.

3. Puting lecet seperti terbelah

Cara menyusui yang salah dapat menyebabkan puting lecet, demikian pula bila sang anak terlalu “hot” menetek. Obati puting yang lecet dengan gentian violet 1%. Bisa juga dengan mengoleskan daun wortel yang telah dipanggang hingga kering, ditumbuk halus, lalu ditambahkan minyak zaitun secukupnya pada puting susu. Bagian luka yang mengeras dapat diolesi minyak kelapa hangat.

4. Terbelit kesibukan

Sebaiknya meneteki jangan diputus, sesibuk apa pun kegiatan ibu. Jika tidak mungkin membawa anak ke tempat kerja, memompa ASI yang telanjur diproduksi lalu membuangnya merupakan tindakan yang benar, meski akan lebih benar lagi seandainya ASI tersebut dimasukkan ke dalam botol steril dan dikirim segera ke rumah untuk diberikan pada sang bayi.

5. Bau amis dan berair

Menjaga kebersihan buah dada dan bra merupakan hal penting lainnya yang juga perlu diperhatikan. Untuk mengurangi efek bau amis, makanlah kunyit. Di samping itu, pijatlah buah dada secara memutar setelah meneteki agar air susu tidak menetes terus.

6. Air susu menetesi kuping dan pipi bayi

Air susu yang menetes ke kuping atau pipi bayi menyebabkan congekan dan koreng. Guna menghindarinya, usahakan senantiasa menyusui dalam keadaan terjaga dan duduk sehingga tercecernya air susu dapat dihindari. Kulit yang koreng bisa ditanggulangi dengan lanolin. Meski demikian, supaya lebih aman segera konsultasikan hal ini ke dokter.

7. Takut kendur

Terkadang masih dijumpai juga anggapan negatif ihwal menyusui yang berpengaruh terhadap keindahan buah dada, membuat kendur misalnya. Padahal tanpa menysui pun buah dada itu lama-lama bakal kendur juga. Akan tetapi, agar proses tersebut dapat diperlambat, usahakan tidak melepas buah dada begitu saja waktu meneteki, tahanlah dengan tangan, lakukan olah raga sehari 2 kali, terutama olah raga yang melatih otot dada, perut, dan punggung. Selain itu, memperbanyak konsumsi sayuran segar. Bisa juga dengan rajin meminum 60-100 gr jalar/sulur ketimun yang direbus dengan air secukupnya.

Resep tradisional lain yang disebut-sebut mampu mempertahankan kekencangan buah dada adalah mengurutnya dengan menggunakan minyak bulus; mengolesi dengan ramuan tumbuk halus 3 helai daun jarak, 2 buah pinang, 1 ibu jari jahe ditambah sedikit garam dan air. Mendiamkannya hingga kering, lalu dibilas air hangat, atau dengan mengoleskan sari kacang panjang hasil dari 10 batang kacang panjang yang telah bersih dan ditumbuk ke buah dada, didiamkan hingga kering lalu dibilas air hangat. ***

Oleh Yuga Pramita
Sumber: Pikiran Rakyat, 29/09/2002, p.6.

Iklan