Pangan Pengasah Otak

Otak merupakan salah satu organ penting manusia yang berfungsi diantaranya merekam beraneka informasi, mulai yang sederhana hingga njlimet. Informasi-informasi tersebut disimpan dalam neuron-neuron yang sangat kecil, selanjutnya dilola sedemikian rupa, dipahami, untuk kemudian dikembalikan lagi berupa keluaran-keluaran yang cerdas.

Namun begitu tidak berarti semua itu akan senantiasa berjalan sempurna. Jika tidak diasah dengan teratur, otak pun bisa tumpul. Muncul kemudian situasi tulalit, gampang lupa, hingga alzheimer.

Utamanya pada orang tua, meski situasi ini sering dianggap lumrah belaka, andai saja mau sebetulnya orang bisa memperlambat kedatangannya. Adanya orang tua yang seharusnya pikun namun kelihatan normal-normal saja atau bahkan daya pikirnya tambah luar biasa bisa dijadikan buktinya.

Banyak ahli mendapat kesan bahwa latihan otak dapat memperlambat terjadinya keadaan tersebut. Ungkapan “Train your brain : Use it, or you loose it !” pun kemudian didengungkan. Cara sederhana yang dianjurkan yaitu dengan mengisi teka-teki silang.

Disisi lain, ternyata ada pula bahan pangan yang mampu melakukan itu. Karenanya, jika anda ingin memiliki otak yang senantiasa mantap, kuat mengingat, tidak ada salahnya untuk rajin mengonsumsinya.

Bahan pangan tersebut diantaranya adalah :

Ikan

Pascale Barberger – Gateau dari Universite Victor Segalen Bordeaux, Perancis, melakukan studi pada 1674 manula, berusia 68 tahun keatas, yang bertempat tinggal di wilayah selatan Prancis. Studi tersebut ingin melihat kaitan antara frekwensi pengonsumsian daging, ikan atau seafood lainnya, dengan kasus kejadian demensia yang biasa terjadi pada manula.

Pada awal studi, tidak satupun dari partisipan yang mengalami demensia. Perkembangan kesehatan mereka selanjutnya diikuti selama interval dua, lima dan tujuh tahun.

Pada akhir periode, selain ditemukan 170 kasus demensia, 135 diantaranya terkena Alzheimer, para periset juga mendapati suatu kaitan antara peningkatan konsumsi  seafood atau ikan dengan pengurangan timbulnya demensia. Manula yang terbiasa mengkonsumsi ikan atau seafood paling sedikit sekali seminggu, didiagnosa lebih rendah memiliki resiko terkena demensia selama periode tersebut.

Para ahli menduga hal itu terjadi berkat asam lemak omega-3 yang banyak dimiliki ikan. Selain mampu mengurangi peradangan otak, omega-3 diduga kuat berperan dalam regenerasi sel syaraf dan pengembangan otak, mencegah terjadinya demensia.

Blueberry

Departement pertanian Amerika Serikat (USDA) mencatat, diantara berbagai sayur dan buah, antioksidan blueberry terbilang paling tinggi. Antioksidan tersebut berasal dari antosianin, pigmen pemberi warna merah, pink, biru dan violet pada tumbuhan. Pigmen ini dapat mencegah melorotnya ketajaman otak, berkat kemampuannya mengurangi peradangan yang diketahui berperan kritis dalam terjadinya Alzheimer’s, Parkinson’s, dan penyakit lain yang berhubungan dengan penuaan otak.

Hasil pengujian dengan beberapa tes memori dan mobilitas oleh James Joseph , M.D., di Tufts University, pada sekelompok tikus sampel –diperkirakan sepadan dengan manusia berusia 75 tahun– yang dicekoki ekstrak blueberry selama delapan minggu, serta kelompok kontrol dengan pakan vitamin E, ekstrak bayam dan arbei, memperlihatkan, meski semuanya mengalami kemajuan, namun peningkatan paling dramatis terjadi pada tikus-tikus kelompok sampel : mampu melewati tes dengan lebih baik dibanding pesaing-pesaingnya – hasil skor menunjukkan, tikus-tikus tersebut bisa melakukan tugas seperti kala mereka muda.

Agar khasiatnya bisa dirasa manusia, Dharma Singh Khalsa, M.D., penulis Food as Medicine, menyarankan para orang tua untuk rajin mengkonsumsi setengah cangkir blueberry setiap harinya.

Rumput Laut

Homosistein –asam amino sederhana, dihasilkan tubuh ketika menyerap dan menggunakan protein– diduga bisa menyebabkan beragam gangguan pada otak. Kajian Seshadri dan koleganya yang dimuat the New England Journal of Medicine, februari, 2002, menunjukkan, pada orang tua yang level homosistein plasmanya tinggi secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan resiko terkena alzheimer dan beberapa tipe demensia lain. Dikatakan, setiap kenaikan 5 mmol level homosistein plasma, terjadi peningkatan resiko 40%.

Disamping perlu memenuhi kebutuhan pyridoxine (vitamin B 6) dan cyanocobalamine (vitamin B 12), agar gangguan tersebut dapat dicegah, orang juga harus mencukupkan asupan folatnya. Para peneliti UCLA yang dikomandani Deborah Kado, MD., mengendus adanya kaitan antara rendahnya kadar folat dan derajat kelupaan : diantara 500 orang berusia 70 sampai 79 tahun yang memiliki kadar folat rendah dalam darahnya, diketahui memiliki resiko 60% lebih besar mendapat permasalahan kognitif yang serius, diantaranya, ditemukan ketidakmampuan mengingat akan apa yang telah mereka lakukan sekitar 5 malam lalu.

Rumput laut kering, hati ayam, kacang kedelai, kacang merah, dan pindakas, merupakan sumber folat yang potensial (berturut-turut, dalam 100 gram bahan, nilainya 4700 mg, 1128 mg, 210 mg, 180 mg, dan 125 mg. Sedangkan angka kecukupan yang dianjurkan, untuk dewasa, berikut yang hamil dan menyusui, adalah sekitar 165 mg – 315 mg / hari ). Alternatif lain adalah sayuran hijau, diantaranya bayam (134 mg/100 gr bahan).

Kunyit

Disamping kerap digunakan sebagai penambah cita rasa atau pewarna alami, masyarakat kita mengenal kunyit, yang bejibun kurkumin, sebagai salah satu bahan campuran jamu yang diyakini memiliki khasiat menjaga kekebalan tubuh dan meningkatkan stamina.

Namun para peneliti UCLA yang mempelajari efek senyawa tersebut pada tikus-tikus percobaan mendapati gambaran lebih terhadapnya. Senyawa ini disebutkan sanggup menyusutkan keberadaan protein abnormal yang kerap mengganggu otak pada orang-orang dengan penyakit alzheimer’s. Protein tersebut dapat menimbulkan gangguan pada synapse (sambungan antar jaringan saraf) di otak, terutama daerah hipokampus (“gudang” memori) dan korteks (digunakan kala berpikir dan berbahasa), yang bisa menyebabkan macetnya “komunikasi” antara dua bagian tersebut.

Mengingat itu, tidak salah rasanya andai para orang tua rajin mengkonsumsinya. Dosis yang dianjurkan yaitu satu sendok teh kunyit ke dalam beras (nasi kuning) maupun sayur kari. Atau dengan mengonsumsi suplemen yang mengandungnya.

=====*****=====

Oleh  :  Yuga Pramita
(Penulis “Ayat-Ayat Sehat” dan “Diet Islami”)
sumber : http://www.fimadani.com/pangan-pengasah-otak/, akses tgl 03/09/2015.

Iklan