Mencegah Kanker dan Menekan Stroke dengan Tomat

Tomat masak di pohon dan yang diperam memiliki bentuk yang hampir serupa tapi berbeda dalam rasa. Tomat yang masak secara alami sedikit berbau alkalin – jika dipegang dekat hidung dan di dengus tangkai bagian atasnya yang masih lengket sebelum dipetik; mineralnya terasa sedap, meski harus sedikit dirami sebelum bisa dinikmati. Sementara tomat hasil peraman – yang setelah dicuci, dipilih, di pak, kemudian “di karbit” dengan etilene-oksida hingga menghasilkan warna merah muda hingga mawar, rasanya seperti “serbuk gergaji” dan biasanya sulit dibuat jus.

Mencegah kanker

Kanker adalah titik dari suatu proses multistep, melibatkan sederetan peristiwa yang terjadi lebih dari suatu periode tahun atau dekade. Terdiri atas sel ganas – merupakan the outlaw cell karena tumbuh tidak teratur, melangar semua kaidah normal, tidak peduli akan kontrol dalam perbanyakan, dan menggunakan agendanya sendiri.

Akan lebih agresif dari waktu ke waktu dan menjadi letal apabila jaringan atau organ yang diperlukannya – untuk bertahan hidup, mengalami gangguan. Penyakit ini bertanggung jawab pada sekitar 20% kematian dan dikenal sebagai penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung di Amerika.

Tomat kaya akan vitamin A dan C. Dalam 100 gr tomat masak, terkandung vitamin A sebanyak 1.500 SI (kira-kira separuh dari kecukupan yang dianjurkan per hari untuk orang dewasa), dan C 40 mg (melebihi kecukupan yang dianjurkan per orang per hari kecuali wanita hamil dan menyusui).

Vitamin A dalam tomat sebetulnya merupakan prekursor yang oleh tubuh selanjutnya diubah menjadi vitamin A. Kehandalannya dalam mempengaruhi perkembangan sel epitel dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan, diduga kuat berpengaruh juga dalam pencegahan kanker, terutama kulit, tenggorokan, paru-paru, payudara, dan kandung kemih. Sementara vitamin C disebutkan dapat menghambat produksi nitrosamin, suatu zat pemicu kanker. Mengingat kemampuannya itu, tidak salah kalau “The American Cancer Society” merekomendasikan pengkonsumsian makanan kaya vitamin A dan C guna menghindari kanker.

Selain itu, tomat juga mengandung likopen (lycopene) yang menyusun kurang lebih 95% pigmen dan memberikan warna merah. Senyawa ini memiliki keampuhan dua kali lebih kuat dibandingkan dengan betakaroten yang ada dalam sayuran hijau dan wortel sebagai antioksidan – senyawa yang akan memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas.

Yang menarik, likopen bisa tetap berfungsi meski dibarengi konsumsi alkohol atau tembakau. Bahkan likopen diyakini bisa menahan dampak buruk alkohol atau nikotin, yang dianggap telah menghambat efek antioksidan beta-karoten.

Dari hasil studi terhadap ketersediaan likopen dalam darah dihubungkan dengan kasus kanker pankreas, Carper (1994) melaporkan, bahwa kadar likopen dalam darah berpengaruh terhadap kasus terjadinya kanker jenis ini.

Orang yang memiliki kadar likopen rendah dalam darahnya, memiliki kemungkinan terkena kanker pankreas lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang kandungan likopen dalam darahnya banyak. Demikian pula dengan kasus yang terjadi pada kanker prostat, yang sering dijumpai pada laki-laki manula.

Agar lebih mudah diserap tubuh, maka likopen mesti “dibebaskan” dari “perangkap” kulit tomat dengan cara memprosesnya terlebih dulu. Saus tomat atau ketchup tampaknya merupakan pilihan yang baik.

Menekan stroke

Dalam dunia kedokteran, penyakit stroke dikenal dengan nama cerebro vaskular accident (CVA), reversible ischemic neurogical accident (RIND), atau brain attack. Merupakan kerusakan otak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah ke otak. Stroke lebih sering terjadi pada penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Morse at all dalam The Family Guide to Food and Health menyebutkan, tomat – terutama yang telah dibuat puree dan belum dibubuhkan garam, sangat kaya akan potassium. Kadarnya mencapai 1.540 mg dalam 100 gr bahan makanan. Dari beberapa penelitian diketahui, mineral ini mampu menurunkan laju tekanan darah, yang selanjutnya akan berdampak menekan kemungkinan terkena stroke.

Kebisaan lain dari tomat disebutkan pula oleh Hembing (1997)sebagai pereda gangguan bronkhitis. Caranya, 15 gram kulit jeruk dan 1 buah tomat segar direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan diminum.

Sedangkan untuk menghaluskan kulit wajah, agar senantiasa bisa tampil berseri, buah tomat yang sudah dicuci dan dipotong menjadi empat bagian mampu dijadikan alternatif, dengan cara mengoleskannya pada wajah, dibiarkan sampai kering, dan kemudian dibilas dengan air hangat.

oleh : Yuga Pramita
Sumber: Pikiran Rakyat, 28/07/2002, p.6.

Iklan